08 October 2017

Hai Walkers! Aku mau bahas sandal outdoor yang biasa aku gunakan saat mbolang. Masih setia sama produk dari EIGER ADVENTURE, kali ini aku membeli Sandal EIGER CALDERA MEN INJECTION.



DESCRIPTION
Sandal Caldera ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Men dan Women Series. Deskripsi ini aku dapat dari website Eiger :

Caldera Man atau Caldera Women Series adalah sandal palang serbaguna untuk keseharian dan petualangan luar ruang, khususnya ketika berkegiatan di sekitar base camp saat melakukan penjelajahan. Sandal fleksibel ini dilengkapi fitur outsole rubber dan tali hook-and-loop yang mudah disesuaikan agar nyaman dan pas dipakai.


FITUR
- Bagian outsole terbuat dari bahan rubber.
- Cocok digunakan untuk sehari-hari atau di sekitar base camp saat melakukan kegiatan penjelajahan.
- Tali hook-and-loop yang dapat disesuaikan setelannya sesuai kebutuhan sehingga pas dipakai.


Material Upper Sole: Footbed EVA phylon Black.
Outsole: Cupsole Rubber


PRICE
Sandal ini dibanderol dengan harga Rp 225.000,- Ehm, lumayan yaa...



COLORS
Ada dua warna pada tiap seri nya. Oya, aku lihat di website ada juga yang khusus untuk anak-anak, namanya Caldera Kids.




Sebelum aku membeli tipe Caldera, aku pakai sandal Eiger tipe LOTUS CROSS.


Description : Sandal Eiger S147 Lotus Cross
Price : Rp 175.000,-



Technical Sandal
Material :
- Eva midsole
- Insole rubber hardnes 40
- Webbing poly waterproof
- TPR puller



Seri Lotus ini setauku ada tiga warna, yaitu Orens, Grey, dan Tosca. Pingin banget tuh yang tosca tapi apalah daya, stoknya kosong. Bentuk sandal ini juga terbagi menjadi tiga macam, yaitu Lotus Cross, Lotus Thong dan Lotus Thong Cross.


LOTUS CROSS
Aku inget banget beli sandal ini tanggal 26 Agustus 2014. Soalnya hari itu aku mau otewe ke Bali, jadi sekalian beli sandal di Store Eiger Dinoyo (di ruko sebelah Store ARL, sekarang store Eiger-nya udah tutup). 



Jadi pertama kali beli langsung aku pakai ke Bali, ke pantai, jalan-jalan, basah-basah, dll. Setelah balik Malang, seminggu setelahnya aku ke Coban Rais. Perjalanannya lumayan, sekitar 1 jam jalan kaki santai. Pas pulang, eeeh, ada yang patah. Yang patah aku lingkar merah, soalnya gak tau itu apa namanya. Bahannya terbuat dari plastik yang mengaitkan antar strap sandal. Padahal baru setengah perjalanan. Gak kurang akal, akhirnya aku tali-tali aja biar gak lepas dan bisa digunakan untuk berjalan.

Foto ini kait strap nya sudah diganti besi.

Sempat terfikir mau komplain gitu tapi struk belanja udah kebuang 😓

Sampai rumah, minta bantuan temen buat betulin di bagian yang patah itu. Dan, taraaa, strap sandal disambung pakai besi 😂 (foto atas) dan bisa digunakan sampai hari ini.


CALDERA MEN INJECTION
Aku beli sandal ini tanggal 29 September 2017. Beli ini karena sandal Lotus udah mulai menua dan strap nya udah mau lepas. Terus ada acara AIR BICARA (bisa baca disini) di Coban Talun. Sekalian deh 'nganyari' sandal 😆


Oh ya, sandal ini kan ada dua seri, tapi aku gak beli yang Women Series soalnya strap Women Series LEBIH KECIL daripada strap Men Series. Jadi aku coba kanan Women, kiri Men. Pas dibuat jalan lebih enak dan mantap yang Men. So, it is my choice.

Aku beli di Store Eiger MOG. Nah pas beli aku tanya 'Mbak sandal ada garansinya nggak?' . Mbak kasirnya jawab 'Nggak ada kak, garansi untuk tas saja'. Hmm, gitu yaaa...

Di Coban Talun ini acara santai gitu, bersih sungai, lepas bibit ikan, nyebur ke sungai, dll. Nah, pas di sungai kan kayak naik bukit gitu, eeh, akunya sering melorot. Pasti karena sol nya nih.


REVIEW
Sebagai perempuan, untuk masalah bahan aku kurang paham lah ya, yang aku review adalah tentang KETAHANAN dan KENYAMANAN pada kedua sandal ini.

▪Sebenarnya ketahanan si Lotus boleh juga. Terhitung sudah 3 tahun, cuma karena ada kendala 'patah' itu jadi mengurangi nilai sandal ini.

▪ Si Caldera aman-aman aja setelah dipakai jalan yang lumayan, terus nyebur dan basah-basahan di Coban Talun. Kait strap aman dan gak ada yang patah. Semoga umurnya bisa kayak si Lotus.

▪ Si Caldera lebih ringan daripada Lotus. Kayak gak pakai sandal gitu, mungkin ini pakai teknologi light weight kali ya. Harganya juga beda 50rb sih.

▪Si Caldera lebih nyaman daripada Lotus. Sol Caldera lebih empuks dan ada bantalan tambahan di bagian kait strap sandal.



▪ Tapi pas lagi basah-basahan, si Lotus menang banyak. Lotus cepat kering, karena dia memang ada fitur waterproof. Air kayak gak mau nempel gitu di sol nya. Kalau strap ya jangan tanya, kan dari kain jadi ya basah, wkwk.

▪ Aku lebih suka grip (sol) si Lotus daripada Caldera. Grip-nya lebih kasar, jadi gak licin, gak gampang merosot, nancep gitu di tanah jadi gak gampang merosot kayak Caldera.


CONCLUSION
Kalau boleh memilih aku pingin beli si Lotus lagi sih. Awet dipakainya, cepet kering pas basah, grip sol nya mantul jadi gak bikin kepleset. Tapi sedihnya di semua store yang ada di Malang sudah sold out . Apa memang sudah gak produksi lagi ya?

This is my honest review 😊
Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

Produk Eiger lainnya : Tas Eiger Andesite 01 (baca disini)

Dompet Eiger Markten (baca disini)

sandal eiger , sandal outdoor , outdoor eiger , eiger adventure , sandal eiger lotus , sandal eiger caldera men , eiger caldera women series , eiger store dinoyo , eiger store mog



04 October 2017

Haiiiii Walkers! Aku mau share cerita kegiatan kemarin nih. Sabtu-Minggu kemarin, aku menyempatkan diri mengikuti acara AIR BICARA. Dimana inti dari acara ini adalah kita bersih-bersih di sumber Brantas dan menggalakkan bersih sungai.


AIR BICARA goks bangeeeet!! Acaranya asoy geboy. Ada apa aja sih?
- Slametan sumber
- Bersih sumber
- Diskusi
- Musik senja nan syahdu dari Nicolas Mora, Han, Pagi Tadi, Soegeng Rawoeh, dll
- Makan malam rasa kondangan
- Wayang suket
- 1000 Cangkir kopi gratis
- Camping ceria rasa aduhai, dan masih banyak lagi.


Kalau kalian follow instagramku @ichii_holmesz , disana kalian akan lihat beberapa cuplikan kegiatan Air Bicara. Ya harap maklum ya video nya main masukin aja, yang penting mencangkup semua lah 😁 Semoga dengan acara ini, kesadaran akan menjaga sumber air makin tumbuh.

Yang penting mulai dari diri sendiri! Sadar akan lingkungan. Sok atuh, ayok yang jegeg , yang bagus, mulai dari jangan buang sampah sembarang apalagi buang di sungai.

Oiyaaa, yg bikin seneng lagi, tanggal 1 Oktober sekaligus merayakan International Coffee Day. Banyak kopiiiii, gratis pulaa 💦 uunch banget dah. Bayangin deh, live music senja, ditambah kopi + pasangan, uuuugh... Sadeeees abeees dah #melted dah.


Baru nyadar foto ini kayak Before - After nya Minus Family.
◾ Bapak (kaos ijo) + Ibu (kaos kuning) itu suami istri, dan Bapak (kaos abu) itu temwn mereka yang sering mbolang bareng.


◾ Sama kan kayak Ginjur + Saya, ya sementara statusnya masih pacaran (semoga statusnya segera berubah kayak Bapak Ibu itu 😂) ➕ ada Kemprot yg jadi partner in crime.


Disini kita ketemu Mbak Reni, Mas Anang, dkk yang temennya itu pada lucu. Pasti ngakak dah kalo ngobrol sama mereka.

Perform dari @nicolasmoramusic

Kita lagi minum kopi gratiiis.

Lagi lepas bibit ikan bareng temen-temen @wildwaterindonesia.malang

Lagi upacara Hari Kesaktian Pancasila

Lagi makan mie organic nih

Seneng kalau lihat suami istri yg ngajak anaknya gitu. Anaknya di biarin main air, lepas bibit ikan, dibiarin kotor-kotoran 😚 Deeehh, jadi baper, haaha.

Ada juga para suhu yg sudah #expert di pendakian. Ketemu orang baru juga, sharing perjalanan, dan berbagi makanan pastinya 😘. Ginjur malah ketemu sama sodara setanah lahirnya 😁. Tapi Kemprot kok belum ketemu sama jodohnya ya? Wkwk #peace .

Air Bicara, Mengalir Luar Biasa.
30 September - 1 Oktober 2017
Coban Talun - Batu


air bicara , save hulu brantas , save brantas , gerakan bersih sungai , palska , coban talun , wisata batu , malang , event malang , gathering

28 September 2017

Hayoook mantai lagi sodara setanah air Indonesia 😂 Mantai lagi karena aku masih kangen panas dan angin sepoi di 0 mdpl.


Kali ini kita akan meluncur sejauh 75 KM dari Pusat Kota Malang, kita lewat Kepanjen dan beberapa Desa lainnya. Tapi kalau dari rumahku, jaraknya sih jadi 80 KM, but no problem! Dengan kekuatan bulan bintang di jagad raya, meluncurlah aku dan Abang, hahaaa..


Kita nggak mampir ke TPI lagi ya Walkers, jadi kita makan di warung biasa + bawa cemilan aja. Belinya juga di market place gitu, lupa aku Indomaret apa Alfamart. Pokoknya pas itu lagi masuk Desa gitu, terus habis makan baru inget kalau KITA BELUM PUNYA CEMILAN. Baru aja inisiatif beli di toko warga, eh di tikungan ada si Market ini. Jadi ini lagi cerita Toko warga yang ketikung si Market, haha.

Kalo biasanya ke pantai lewat Sumbermanjing Wetan, kali ini kita lewat Sumbermanjing Kulon. Ada Sumawe, ada Sumaku? Sumalon? Atau apa? Sensasi perjalanannya pun juga berbeda, lewat Sumawe kan jalannya berkelok dan nanjak, kalau lewat Sumalon ini jalannya santai, landai gitu sampai dititik ±5KM sebelum pantai. Wadaaaauu, jalannya MADAKAM ASOY. Perutku sampai kocak rasanya.

HARGA TIKET
Harga tiketnya Rp 30.000,-/ motor. Harga tersebut termasuk 2 orang, biaya parkir, biaya asuransi dan termasuk ke 7 pantai yang ada. 

Kenapa bisa mahal?
Menurutku sih gak mahal ya, karena dengan satu tiket ini terdapat 7 pantai di area tersebut. Jadi gak bayar-bayar lagi gitu. 4 pantai ke arah kanan, yaitu Pantai Bantol, Pantai Kedung Celeng, Pantai Pulodoro, dan Pantai lupa. 3 pantai ke arah kiri, yaitu Pantai Seling 1, Pantai Seling 2 dan Pantai Watu Buceng.



FASILITAS
Fasilitas bisa tergolong biasa, seperti kebanyakan pantai lainnya. Ada Musholla, Warung, dan Toilet berbayar. Tapi warung yang ada masih di Pantai Bantol saja. Di pantai lainnya, lahan warung masih sebatas petak-petak yang sudah jelas akan didirikan warung dan toilet disana.


PANTAI BANTOL
Aku berjalan kearah kanan, langsung menuju Pantai Bantol. Pantainya biasa aja ya, pasir pantainya dominan hitam. Ada satu sampai dua warung yang berdiri di pinggir pantai. Juga ada beberapa perahu nelayan yang sedang parkir disini. Kalau udah selesai edit video pasti aku link disini 😊



PANTAI KEDUNG CELENG
Dari Pantai Bantol ammbil jalan kearah kanan lagi, ada jalan setapak memasuki hutan. Hutannya masih cukup rimbun dan lembab sekali. Ada air menggenang gitu. Banyak nyamuk kecil-kecil yang langsung menyerbu disaat aku berhenti untuk mengambil foto.


Sekitar 10 menit berjalan, sampai deeeh. Pantainya sedikit memiliki cekungan (teluk) sehingga cocok banget buat basah-basahan. Banyak karang yang mempercantik saat kita mau snorkling.



PANTAI PULODORO
Jalan lagi sekitar 12 menit melewati tumbuh-tumbuhan, sampailah kita di Pantai Pulodoro. Menurutku pantai ini ya biasa aja sih, cuman kalau sore hari di Pulodoro ini banyak sekali warga sekitar yang memancing ikan. Dan lumayan banyak loh ikan yang mereka dapat.



PANTAI LUPAAAH
Bener-bener lupa sama nama pantai ini 😓 Biasanya aku selalu tulis di Note HP gitu, eh ini kok gak ada ya? Hmm, patut dipertanyakan sebagai seorang traveller. Jangan-jangan aku traveller abal-abal kali ya, hahaa. Berjalan lagi sekitar 10 menit kearah kanan, here we are! Pantainya cukup luas, pasirnya putih. Dipercantik dengan banyak pohon tumbang yang bisa digunakan untuk spot foto. Aku dan Abang menggelar lapak disini, sekedar nyemil dan bersantai di hammock baru kami 😁




Sekitar pukul setengah tiga sore, langsung saja aku melakukan ritual wajibku, yaitu FOTO-FOTO! Mau selfie, di fotoin Abang, plus bikin video tipis-tipis buat di youtube.




Nggak kerasa, udah mulai sore aja nih. Aku sama Abang gak sempet ke semua pantai di arah kiri. Cuma sempet ke 1 pantai aja. Oh ya, kalau kalian kesini, jangan lupa ke PESANGGRAHAN. Aku bisa memprediksi Pesanggrahan ini bentuknya mirip Pantai Indrayanti. Ini seperti tebing tinggi yang bisa melihat pantai dari kedua sisinya. Jadi kalau kalian sudah sampai dipuncak Pesanggrahan ini, kalian bisa menikmati indahnya ke-7 pantai tersebut. 





Oiya, menurut informasi dari Bapak Penjaga Tiket, ada investor di pantai ini. Aku lupa namanya Bapak siapa, tapi kata Bapak Penjaga, investor ini adalah Bapak yang mempunyai Wisata Petik Madu di Lawang. Sudah mulai dibangun Villa disini. Ya, mungkin 1-2 tahun lagi daerah ini bakal ramai nih.


REVIEW
💡 Aku lebih nyaman di Pantai Kedung Celeng dan Pantai terakhir yang aku bukalapak itu (lupa namanya). Pokoknya itu pantai terakhir arah kanan.
💡 Overall pantainya bersih Walkers. Mungkin karena belum terjamah ya, dibawah pohonnya kotor. Banyak dedaunan dan ranting busuk. Jadi kalau mau berteduh alias nyantai harus bersih-bersih dulu.


VIDEO
Dibawah ini ada sedikit cuplikan video ku saat ke Pantai Kedung Celeng dan Pantai Pulodoro.



CATATAN
1. Jangan lupa BAWA AUTAN atau obat anti serangga ya. Gigitan nyamuk hutannya mantep banget. Gatalnya aweeet sampai H+3 dirumah loh. Untungnya bekas gigitannya cepat memudar. Banyak semut juga.
2. Jangan lupa BAWA CEMILAN karena disini masih minim akan penjual / warung.
3. Harus hati-hati di jalanan ±5KM sebelum sampai ke pantai. Jalannya masih makadam, bebatuan, tapi tidak licin.
4. Harus hati-hati saat melintasi hutan. Kata Bapak Penjaga masih banyak terdapat hewan liar seperti monyet dan ular.
5. Aku sarankan bawa Hammock ya, jadi lebih praktis.


pantai bantol , pantai kesung celeng , pantai pulodoro , pantai seling , pantai watu buceng , pesanggrahan , pantai malang selatan , malang selatan , pantai bagus , pantai malang , pantai eksotis

24 September 2017

Halauuu Walkers! Haaai, aku baru aja belanja make-up bulanan nih. Aku beli dua biji make-up kesayangan. Ada yang baru loh, kalau lainnya mah sama aja. Ceritanya bedak + mascara ku habis, bedak Venus nya udah dapet. Mascaranya mau beli yang Maybelline biasanya sudah habis. Terus lihat sana-sini kecantol sama Mbak Inez yang menawarkan Mascara Inez. Ya gak papa sih, coba produk lokal.

Ini dia penampakannya.


Disini aku gak bakal jabarin panjang lebar, aku bakal langsung aja cerita apa yang aku rasain pas pakai kedua produk ini.


MARCKS' VENUS LOOSE POWDER
Sampai saat ini, bedak ini belum tergantikan. Bedak ini ada 3 shade, aku pakai yang Natural Beige.



Aku udah sering banget repurchase bedak Venus ini. Kenapa?
💡 COCOK
Udah cocok markocok sama bedak ini setelah beralih dari bedak Marcks'. Cocok karena Marcks' dan Venus kakak adek deh, hehe.

💡 HARGA TERJANGKAU 
Cukup keluarin kocek Rp 46.700,- kalian sudah bisa dapetin bedak ini. Bedak ini bertahan 1-3 bulan loh karena aku jarang banget dandan 😁

💡 GAK BIKIN KOMEDO / JERAWAT
Meski mengandung Talc, tapi aku pakai bedak ini Alhamdulillah aman-aman aja. Komedo juga gak membludak sebagaimana di khawatirkan sesuatu yang berbahan Talc. Pokoknya gak berlebihan juga ya pakainya.


MASCARA INEZ
Namanya panjang banget, Color Contour Plus Lash-Lengthening Mascara. Aku beli seharga Rp 46.200,- (masih ada cap harga di box nya).




Penilaianku :❌ AKU GAK SUKA ❌

- Inez meng-klaim ini waterproof mascara, tapi sepertinya gak 100% waterproof. Saat dipakai berwudhu, mascara meleber dibawah mata. Jadi kayak mata panda gitu deh. Ribet kan harus dibersihin pakai tisu.
- Mascaranya lama kering, jadi harus beberapa menit nunggu mascara bener-bener kering dibulu mata. Susahnya kalau lagi buru-buru sih.

Sepertinya urusan mascara, aku tetep percaya ke Maybelline deh.

Thank you ~

Categories

Blog Archive

Instagram

Popular Posts

Viewers