31 May 2015

Well, Walkers!! ini dia gunung yang nangkring depan rumah yang tiap hari menyombongkan kegagahannya, aaaaaand finally I can reach the Ogal-Agil summit. Yapz, Arjuno namanya, gunung dengan ketinggian 3339mdpl ini juga terkenal akan mistisnya.

Ok, langsung aja, Jum’at malam aku berangkat bersama beberapa kawan via jalur Lawang. Sampai pos perijinan kita langsung ‘laporan’ jumlah rombongan yang ikut, bayarnya murah Walkers! cuma Rp 5.000,-/orang.

Perjalanan dari pos perijinan ke Pos 2 membutuhkan waktu ±2 jam, sampai Pos 2 langsung mendirikan tenda lalu beristirahat. Esok hari, pukul 05.00 WIB mata ini sudah terbuka, sudah mulai persiapan sarapan dan packing untuk langsung melanjutkan perjalanan.

Dari Pos 2 ini ada dua jalur menuju puncak, ada Jalur Sabana dan Jalur Lincing nantinya kedua jalur ini dipertemukan di Pos 3 (Mahapena). Kata Kakak Pembina #LOL lewat Lincing aja biar cepet. O EM JI..!! Jalurnya AWESOME!! Nanjak teruuuus Walker, ngeri juga kanan-kiri sudah jurang. Oiya, dari Lincing kita bias melihat rombongan lain yang melalui Jalur Sabana.

Jalur Sabana ini track nya landai Walkers! jalurnya sedikit memutar jadi butuh waktu lebih lama kurang lebih 3 jam ke Pos 3. Seperti kata Kakak Pembina, Jalur Lincing lebih cepat, hanya butuh waktu sekitar 2 jam.

Waktu terus berputar, langkah kaki kami tak pernah henti menanjak tanah dan rerumputan sepanjang jalan. Sampai di Pos 3 Mahapena, kami langsung bergas menuju titik selanjutnya. Sampai di Alas “Lali Jiwo” (Lupa Diri) disini merupakan hutan yang termasuk lebat. Dan inilah kawasan yang  dianggap ‘ngeri’ oleh pendaki Arjuno via Lawang. Kalau beruntung, disini kita bias melihat Lutung (monyet hitam berekor panjang), Elang Jawa dengan suara melengkingnya, dan berbagai burung lainnya.

Keluar dari Lali Jiwo, langsung disambut ratusan atau bahkan ribuan pohon cemara, hal inilah yg menjadikan kawasan ini disebut Cemoro Sewu. Di Cemoro Sewu ini sebenarnya ada POS 4 “Gombes” untuk nge.camp, tapi kami pikir jarak dari Pos 4 ke puncak masih terlalu jauh, takut ‘nggak’ nutut, so kita tetep cuz sampai lereng gunung. Di Cemoro Sewu ini MENTAL DIUJI. Track yang panjang, mirip lagu anak-anak ‘Naik-Naik ke Puncak Gunung’,  sepanjang perjalanan hanya melihat pohon cemara, disini aku hampir saja tak bisa menahan emosi karena sudah capek ditambah lapar pula. Tapi tetep calm-down, sadar bahwa aku berada ditempat yang memang membutuhkan self-management yang baik. Aku tetap berjalan, semampuku, simple, kuat ya jalan, gak kuat berhenti bentar untuk sekedar ambil nafas.

9 jam telah berlalu (sekitar jam 16.30 WIB) dari Pos 2 sampailah kami di Lereng Gunung, hanya 15-20 menit dari Puncak Arjuno, yang diperkirakan mempunyai kemiringan sekitar 250-300. Sempat ada kawan yang beradu mulut karena mungkin tak bias mengendalikan emosi bercampur lelah dan lapar. Kami langsung mendirikan tenda, makan, dan tidur.

Alarm berbunyi, Sang Mentari telah menanti, yaa.. sunrise dari Lereng Arjuno. Kami ‘nggak’ ada di puncak saat sunrise karena suhu yang bagiku terlalu extreme, dingin banget. Karena jalur Lawang adalah jalur Timur, maka sunrise disini juga tak kalah apik.

Puas berfoto dengan indahnya sunrise, kami tak langsung menuju puncak, haha, lapar Walkers! So kita makan dulu, pas lagi makan banyak pendaki yang dari bawah baru sampai tempatku camp. Aku Tanya ‘berangkat jam berapa dari Gombes mbak?’ Dia menjawab ‘jam setengah 4 mbak’. Wow, syukur Alhamdulillah kami nggak nge.camp di Gombes, hehe.

Setelah makan, kita langsung cuz puncak. Perjalanan ke puncak ini memang nggak jauh, tapi terjal, penuh dengan batuan, dan MIRIIING BANGEEET!! aku sampai merangkak kayak bayi, hihi. Diperjalanan ini kita ditemeni sama Eddelweis dan kristalan es. Suwer dah, itu bongkahan kristal es. Sayang gak sempet foto, karena hp aku titipin temen, dan temen udah lari aja ke puncak. So, this is it!! PUNCAK OGAL-AGIL 3339mdpl. Sama kayak pas di Mahameru, udah sampai puncak nangis deh (。>ω<)。

Di puncak Arjuno, kita bisa melihat Gunung Semeru diarah timur, Gunung Welirang disebelah barat, Gunung Anjasmara dan Gunung Kawi disebelah selatan, dan Gunung Penanggungan disebelah utara.

Here I am!! Puncak Ogal-Agil
Lagi istirahat melepas lelah di Lincing
Ini Mahapena (pojok kanan kalian bisa lihat G.Semeru)

Sunrise dari lereng Gunung Arjuno
Otw summit.. Ga bisa balance pas jalan, haha..
Ini dia setelah minta foto ke temen, ini kristal es di deket puncak Arjuno.

TIPS:
1.Ajaklah orang yang pernah ke Gunung Arjuno


2.Kalau bisa nge.camp di deket-deket puncak aja, agar jarak ke Puncak tidak terlalu jauh. Karena menurutku, dari Gombes ke Puncak kalau jalan dini hari, track nya sedikit ngeri, karena berbatu dan dekat jurang.

3. Jangan sungkan untuk bawa persediaan AIR yang BANYAAAK, karena dari Pos 2 sudah tidak ada lagi sumber mata air.


Atau bisa follow IG: @ichii_so untuk info lebih lanjut :)



Oia, ini ada peta rute pendakian lewat Lawang dari web infopendaki.com




Jalur Arjuno :
*Tretes : Terminal Arjosari - bis arah Surabaya Rp 8.000,- turun terminal Pandaan - oper colt bison Rp 10.000,-
*Purwosari : Terminal Arjosari - bis arah Surabaya Rp 8.000,- turun terminal Pandaan - oper colt bison Rp 10.000,-  turun di Pegadaian Purwosari.. Ojek 20-30rb
*Lawang : Terminal Arjosari - bis arah Surabaya Rp 8.000, turun Pasar Lawang, Ojek 20-30rb.
Kalau naik kereta turun Stasiun Lawang, bisa langsung ojek.
*Cangar susah angkotnya, enak pakai sepeda.
*Karangploso : Belum pernah.
Sumber : Komunitas Pendaki Malang

gunung arjuno , puncak ogal-agil , puncak gunung arjuno , arjuno - welirang , jalur arjuno , jalur lawang arjuno , jalur tretes arjuno , jalur purwosari , jalur gunung arjuno

3 comments:

  1. Jalur lawang keren ya, sepertinya agak lebih jauh dikit dari pada jalur Purwosari. Mantap infonya...

    Salam kenal :)
    lajurpejalan.com

    ReplyDelete
  2. mbak, dr puncak turun smp lawang lg brp jam?

    ReplyDelete
  3. wah makasih buat info2nya bang

    ReplyDelete

Categories

Blog Archive

Instagram

Popular Posts

Viewers