10 June 2016

Hai haiiii, sharing lagi yaahh..
Kali ini cerita perjalanan bersama my partner in crime (aka Abang Pirin) ke Gunung Buthak. Gunung ini terletak di wilayah Ngadirenggo, Wlingi, Blitar. Gunung ini bisa ditempuh melalui jalur Gunung Panderman, Batu, dengan ketinggian 2868mdpl. Tanya ke seorang teman yg notabene suhu yg pernah kesini, katanya membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam jalan santai. Nggak kaget, karena kita posisi di Batu, Malang sedangkan Gn. Buthak berada di Blitar.


Berencana sebagai penutup sebelum puasa, ditambah dengan aku ditinggal n*k*h sama mantan, haha.. Entah perasaan apa itu namanya, ujung2nya Abang juga yg nenangin, haha..

Pagi itu kami berangkat hanya berdua, jangan kaget yah, emang udah sering bingit kemana-mana berdua. Gak perlu khawatir yg enggak2 dah, seringkali dapat pertanyaan "Hayoo, ngapain digunung berdua?". Hadee, boro-boro kami mikir yg aneh-aneh, sampai TKP tuh bikin tenda, masak, makan, tidooor persiapan buat summit besok. Dikira nggak capek apa ya, jalan jauh plus bawa carrier?

Setelah mengisi daftar ini itu plus bayar tiket, lanjutlah perjalanan kami. Sempet kaget lihat jalurnya yg termasuk sempit dan nanjak terus. But its OK, hajar bos! Sampai ditengah perjalanan tiba-tiba hujan deres sederes-deresnya hujan. Kami melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat berteduh dan membangun tenda. Kami memang sengaja gak turun karena selain jalurnya sudah seperti sungai kecil dan licin, aku paling sesuatu sama yg namanya turun, haha. Daripada harus turun pas hujan, mending naik terus sambil cari tempat lapang (ini yg aku pikirkan waktu itu). Selama perjalanan mencari tempat yg lapang, diperjalanan itu aku tersenyum, tertawa bahkan ngakak.. "Haha, kita ini ngapain sih Bang, jalan ujan-ujan cuma pingin ngilangin penat tidur digunung" Abang mah diem aja, tau kali ya ceweknya lagi slewar.

Berdirilah tenda kami yg ala kadarnya reyot kanan-kiri oke, haha. Sedikit sulit memang mencari tempat lapang/landai ditempat ini. Saat itu jam menunjukkan jam 11 siang, kami menunggu dalam tenda sambil berharap hujan akan segera reda. Sampai jam 2 siang tak ada tanda-tanda hujan berhenti, kami tertidur sebentar, bangun-bangun jam sudah menunjukkan jam 17.15 WIB, sudah mulai petang dan diluar masih rintik. MasyaAllah, sudah cukup, kami sepakat tak akan melanjutkan summit karena cuaca yg tak berpihak kepada kami, apalagi Abang juga cuma dapat libur 2 hari.
Saksi bisu deresnya hujan yg nggak aturan, haha..

Esok paginya, kami prepare turun daaaannn sepanjang perjalanan turun banyak ulat2 yg hidup disana :-( gendut-gendut cyiind. Aduuuh, berasa nglewatin apa gitu. Kasih aku hewan apa aja, pokok jangan hewan invertebrata.

Ini gagal summit pertamaku, banyak pelajaran yg aku dapat saat mendaki kali ini, contohnya:
1. Enggak enak banget mendaki pas ujan, malah bikin haus kalau menurutku (bener gak yah?)
2. Kalau tidur enggak mau lagi pake kolor/boxer doang, pas jam 3 pagi dinginnya MasyaAllah dah, haha.. (gara-gara celana training nya gak sengaja jatuh dan basah)
3. Dan yg paling penting "harus bisa ikhlas, apapun itu" entah kepuasan apa itu namanya, meski nggak summit, aku tetep puas, tetep seneng.

Sweet closing, hari itu di tutup dengan dinner (ceilee dinner) Sop Buntut, Sego Liwet, Buntut Goreng, Es Jeruk Nipis, dan Jeruk Manis Panas. But, don't worry Buthak, We will come back!

Cerita Gunung Buthak LENGKAP sampai puncak

0 comments:

Post a Comment

Categories

Blog Archive

Instagram

Popular Posts

Viewers