15 June 2016


7. Kemampuan Kalkulasinya Pasti Oke
Suka sebel sama pasangan yang gak bisa mengatur jadwalnya sendiri? Atau kamu paling anti sama orang yang gak bisa mengatur pengeluarannya? Sama pendaki gunung, hal-hal menyebalkan yang berkaitan dengan masalah kalkulasi akan jarang kamu temui. Kegemarannya mendaki membuat dia ahli dalam membuat estimasi.

Dalam sebuah pendakian — terutama pendakian dalam tim, dia akan berhitung dengan cermat soal waktu untuk menyelesaikan tiap etape. Juga soal besarnya biaya yang harus dibayar tiap anggota tim untuk belanja logistik. Selain punya semangat juang yang tinggi, dia juga ahli dalam merencanakan sesuatu. Kualitas persiapan dan aksinya seimbang. Nah loh, kurang apa lagi?

Abang kurangnya cuma satu, suka molor, dan aku orangnya ontime. Suka debat kalau pas diposisi waktu, haha.


8. Luwes Tapi Efektif
Pendaki gunung adalah orang yang terbiasa dengan perubahan. Dia bisa dengan cepat menyesuaikan diri saat ada perubahan cuaca yang membuat perjalanan terhenti. Walau mengeluarkan kerangka tenda dan mendirikan tenda itu ribet, tapi dia gak akan mengeluh saat terpaksa harus nge-camp karena cuaca buruk.

Dia adalah pribadi yang fleksibel namun di lain sisi juga sangat efektif dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Walau harus mengubah ritme perjalanan, bukan berarti waktu pendakian molor. Dia harus tetap memperhitungkan kondisi logistik yang kian menipis. Kualitas macam ini nggak dimiliki oleh semua orang. Dan biasanya, mereka yang bisa dengan luwes membawa diri namun tetap efektif bekerja adalah mereka yang bisa sukses.


9. Tidak Mudah Terjebak Kenyamanan
Ketika sudah mendapat posisi yang mapan, apa yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan? Menikmati dan berleha-leha, bukan? Masuk kerja- pulang sore – menunggu macet di mall –membelanjakan uang di cafe yang chic – berharap akhir pekan datang – kembali menyambangi mall di akhir pekan. Apa iya kamu mau hidupmu berakhir seperti itu?

Menjalani hubungan cinta dengan pendaki gunung akan membuatmu belajar untuk terus memperluas batas kenyamanan. Pendakian mengajarkan mereka bahwa pelajaran selalu didapat justru dari usaha mengalahkan kesulitan. Mereka akan menantangmu untuk mengalahkan batas kemampuanmu sendiri. Tanpa kamu sadari, perlahan kamu juga akan belajar bahwa kenyamanan adalah jebakan yang harus dikalahkan kalau tidak mau jadi pribadi yang tertinggal.


10. Bisa Menerimamu Apa Adanya
Mendaki mempertemukan dia dengan banyak tipe orang dari berbagai latar belakang. Mulai dari yang kepribadiannya hangat dan oke banget, sampai yang punya kelakuan unik dan butuh perlakuan khusus. Apalagi diatas gunung konon seseorang akan benar-benar terlihat kepribadian aslinya. Demi lancarnya perjalanan, dia akan berusaha menyesuaikan diri dengan karakter orang-orang tersebut.

Sebenarnya pacaran itu gak ubahnya sebuah pendakian. Demi bisa sukses, kamu harus pintar-pintar mengatur langkah agar sesuai dengan ritme teman seperjalanan. Bersama pasangan yang kerap mendaki gunung, kamu gak perlu khawatir dia ilfeel karena kelakuan anehmu. Kamu bisa dengan bebas menunjukkan dirimu yang sesungguhnya. Dia bisa memahami bahwa semua orang lahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Abang mah tiap hari kelakuannya aneh, hahaa..


11. Biasanya, Mereka Romantis
Walau tampangnya gahar, kulitnya hitam karena keseringan terpapar matahari — tapi hati anak gunung itu lembut dan hangat. Kalau orang lain menghadiahimu dengan cokelat dan bunga atau boneka lucu, dia akan menghadiahimu foto matahari terbit di Ranu Kumbolo atau malah menuliskan namamu di puncak tertinggi Pulau Jawa. Romantis kan?

Biasanyaaa?? Hmm, Abang punya cara romantisnya sendiri. Contoh: Ngajakin langsung ke titik tertinggi Jawa dan menghirup wanginya Edelweis, bersantai sambil menikmati sunset pantai, atau berbagi tiket promo ke Jogja misalnya.


12. Dia Paham Makna “Rumah” dan“Pulang”
Seorang pendaki gunung tahu benar arti hangatnya sebuah rumah. Pada pendakian-pendakian panjangnya dia sering duduk, memandang bintang dari dataran setinggi 3000 meter diatas permukaan laut, membayangkan hangatnya rumah yang ditinggalkan. Tidak jarang rasa rindu ingin pulang jadi kekuatan saat langkahnya sudah sempoyongan dihadang trek pasir.

Dia akan menghargai makna “pulang”, “rumah” dan orang-orang yang berada di dalamnya. Beruntunglah kamu jika pada pelukmu lah dia selalu menemukan hangatnya rumah yang jadi sumber semangatnya menuntaskan pendakian.

Disinilah, rindu yg tak kan ada habisnya itu selalu hadir diantara kami. Apalagi kami juga melaluinya dengan LDR. So, aku selalu percaya bahwa proses tak akan mengkhianati hasilnya.

GIMANA? Masih ragu jadiin pendaki gunung sebagai pendamping hidupmu? Tapi by the way, siapapun dia yg menyayangi mu, perjuangkan bila dia layak diperjuangkan, cmiw :3

Part I ( klik disini )

Sumber: hipwee.com - jejakkaumkusam.blogspot.co.id


Mereka yang suka melangkahkan kaki untuk menggapai puncak-puncak tertinggi, mereka yang tidak keberatan membawa keril berisi bahan makanan dan peralatan berkemah, mereka yang rela menghabiskan waktu berhari-hari di dalam hutan demi bisa mengalahkan diri sendiri. Penasaran kan kenapa kamu harus mempertimbangkan dia yang gemar mendaki gunung untuk menjadi calon pasangan?


1. Dia Terbiasa Menetapkan Target
Orang yang sukses adalah mereka yang berani menetapkan target dan mematuhinya. Ya iya juga sih, apa gunanya target tinggi tapi gak ada usaha untuk menjangkaunya? Pendaki gunung sudah akrab dengan kebiasaan yang satu ini. Mereka terbiasa menetapkan tujuan akhir yang harus dicapai dalam setiap pendakian.

Sebelum pendakian dimulai, dia akan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dimiliki kemudian menyesuaikannya dengan rute yang akan dihadapi. Dia bisa dengan tepat menetapkan target sesuai sumber daya. Kemampuan ini oke banget jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu gak perlu khawatir punya pacar gak punya target dalam hidup kalau pacaran sama pendaki gunung.

Bener banget, si Abang mah selalu bisa menentukan sampai mana kekuatan kami untuk mendaki. Kami nggak pernah memaksakan, tapi selalu berusaha. And he always has plan B - C - D 


2. Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Musuh terbesar seseorang sebenarnya bukan orang lain atau lingkungan di sekitarnya, melainkan dirinya sendiri. Inilah filosofi yang dipegang oleh kebanyakan pendaki gunung. Kegiatan mendaki dipahami sebagai proses mengalahkan batas diri sendiri. Menantang diri untuk mengalahkan rasa letih demi menjejakkan kaki di puncak.

Pasanganmu yang gemar mendaki gunung tahu bahwa tujuan akhirnya gak akan bisa dicapai jika dia tidak keras pada dirinya sendiri. Dalam kepalanya akan bergaung suara, “Ayo jalan 5 langkah lagi!”setiap kakinya hendak mogok minta berhenti. Dia gak mau dikalahkan oleh rasa capek, malas, lapar ataupun dingin. Dia bisa mengontrol dirinya untuk terus berjuang mengalahkan semua keengganan yang muncul dari beratnya proses pendakian.

Kadang aku juga merasa seperti orang gila yg berbicara kepada diri sendiri "Ayooo kaki, dikit lagi, kuat kuat". Kalu bujukin Abang cukup bilang "Ayo Bang, buruan ke atas, kalo udah diatas kita makan" Langsung deh melejit, haha..


3. Dia Pasti Rendah Hati
Pendaki yang baik tidak pernah merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Walaupun dia sudah pernah menjejakkan kaki di berbagai tanah tertinggi, dia gak akan merasa lebih baik dari mereka yang belum. Pendakian justru menyadarkan bahwa di tengah ganasnya alam, manusia itu nggak ada apa-apanya.

Jika kamu memutuskan untuk menjalin hubungan cinta dengan seorang pendaki gunung, jangan kaget bila dia sering mengingatkanmu agar jangan merasa punya kemampuan diatas orang lain. Nggak heran sih, kebijaksanaan ini memang dia dapatkan dari semua pendakian yang pernah dilalui.

Dia sudah pernah menemui pendaki berusia lanjut yang segar bugar, dia pernah merasakan hampir mati karena hipotermia, dia juga pernah tersesat dan hanya mengandalkan insting untuk menemukan jalur yang benar. Di depan alam ciptaan Tuhan, dia sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa.

Karena alam selalu mempunyai cara untuk membuatmu terlihat kecil - Point Break. 


4. Jiwa Berjuangnya Nggak Diragukan Lagi
Apakah kamu cewek yang mengharapkan calon pasangan yang tangguh? Atau kamu cowok yang paling males kalau dapat cewek manja? Jika memang semangat juang adalah hal yang wajib ada dalam diri calon pasanganmu, maka mengencani pendaki gunung adalah pilihan yang tepat.

Dia adalah orang yang bisa bertahan dalam situasi sulit. Rasa ingin berjuang dalam dirinya sudah tidak diragukan lagi. Pasanganmu sudah pernah merasakan telapak kakinya lecet dan sakit untuk berjalan karena rute turun yang terlalu curam. Tapi dia memaksa dirinya untuk terus berjalan. Dia sadar bahwa pilihannya hanya terus berjuang atau menunggu diselamatkan tim SAR.

Pernah banget, telapak kaki kanan+kiri (bawah jempol) lecet pas turun dari Gn. Arjuno, tapi tetep terus semangat jalan agar bisa turun dan sampai rumah dengan selamat. Lalu sharing sama kalian gimana serunya bercinta dengan alam.


5. Dia Mudah Bergaul Dengan Siapapun
Pendaki gunung biasanya punya teman yang datang dari berbagai latar belakang. Selain solidaritas antar pendaki memang kuat, siapapun yang ditemui selama pendakian adalah kawan seperjuangan di alam raya. Gak jarang hubungan ini akan terus berlanjut sampai ke kehidupan normal pasca pendakian.

Kalau dia bisa langsung nyambung dengan orang yang baru ditemuinya dalam Jeep carteran menuju Ranu Pane, tentu dia gak akan kesulitan saat harus membuka percakapan dengan teman dan keluargamu. Sering mengakrabi alam membuat dia mudah bergaul dan terbuka terhadap setiap peluang untuk menjalin hubungan dengan orang baru.

Kadang juga aku dibilang SKSD alias sok kenal sok dekat, but its OK! Aku nggak peduli, I just wanna say 'Nice to meet you, guys!'


6. Bisa Diandalkan
Pasangan yang bisa diandalkan adalah dia yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Dia udah gak lagi galau hidupnya mau dibawa kemana, dia sudah tahu apa yang benar-benar ingin dia lakukan dalam hidupnya. Proses mendaki gunung memberikan seseorang kesempatan untuk berdialog dengan dirinya sendiri dan menyelesaikan ganjalan dalam hati.

Ditengah beringasnya 7 Bukit Penyesalan Gunung Rinjani, dia akan mengalami monolog dengan sisi paling jujur dalam dirinya. Sambil menahan lelah dan teriknya sengatan matahari, dia akan paham bahwa hidup harus benar-benar diperjuangkan sesuai impian. Gak ada hidup yang pantas dijalani dengan kepuasan setengah hati.

Kamu gak perlu lagi takut kehilangan dia ditengah perjalanan, atau tiba-tiba harus banting setir 180 derajat. Dia sudah menetapkan rute yang ingin ditempuh. Bahkan jauh sebelum bertemu kamu.

Idealisme adalah kemewahan yang kerap diagungkan oleh para pendaki gunung. Hidup susah nggak masalah, asal bisa hidup dengan kepala tegak. Biasa mengakrabi ganasnya alam membuat mereka ingin menjadi sebaik-baik manusia. Mereka akan ogah ikut dalam aksi kotor demi keuntungan pribadi. Pendakian mengajarkan bahwa hidup dan mati itu jaraknya setipis seutas tali.
Memiliki pasangan seorang pendaki akan memberikanmu hidup yang sederhana, tapi penuh arti. Mereka yang belajar di alam akan menyadari bahwa jadi manusia berguna itu lebih penting daripada menumpuk harta bagi diri sendiri. Karena pada akhirnya, kamu cuma punya integritas yang bisa dibawa sampai mati.

SETUJU. Nggak munafik, materi memang penting, tapi ibu ku mengajarkanku jauh lebih pentingnya kenyamanan dan ketentraman hati daripada materi. Bersamanya dialam, di sebuah tenda kecil, lauk pauk sederhana, dan secangkir kopi. Damainya dunia ketika seseorang mampu menghargai sesuatu sekecil apapun itu.

Part II ( klik disini )

Sumber: hipwee.com - jejakkaumkusam.blogspot.co.id

10 June 2016

Hai haiiii, sharing lagi yaahh..
Kali ini cerita perjalanan bersama my partner in crime (aka Abang Pirin) ke Gunung Buthak. Gunung ini terletak di wilayah Ngadirenggo, Wlingi, Blitar. Gunung ini bisa ditempuh melalui jalur Gunung Panderman, Batu, dengan ketinggian 2868mdpl. Tanya ke seorang teman yg notabene suhu yg pernah kesini, katanya membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam jalan santai. Nggak kaget, karena kita posisi di Batu, Malang sedangkan Gn. Buthak berada di Blitar.


Berencana sebagai penutup sebelum puasa, ditambah dengan aku ditinggal n*k*h sama mantan, haha.. Entah perasaan apa itu namanya, ujung2nya Abang juga yg nenangin, haha..

Pagi itu kami berangkat hanya berdua, jangan kaget yah, emang udah sering bingit kemana-mana berdua. Gak perlu khawatir yg enggak2 dah, seringkali dapat pertanyaan "Hayoo, ngapain digunung berdua?". Hadee, boro-boro kami mikir yg aneh-aneh, sampai TKP tuh bikin tenda, masak, makan, tidooor persiapan buat summit besok. Dikira nggak capek apa ya, jalan jauh plus bawa carrier?

Setelah mengisi daftar ini itu plus bayar tiket, lanjutlah perjalanan kami. Sempet kaget lihat jalurnya yg termasuk sempit dan nanjak terus. But its OK, hajar bos! Sampai ditengah perjalanan tiba-tiba hujan deres sederes-deresnya hujan. Kami melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat berteduh dan membangun tenda. Kami memang sengaja gak turun karena selain jalurnya sudah seperti sungai kecil dan licin, aku paling sesuatu sama yg namanya turun, haha. Daripada harus turun pas hujan, mending naik terus sambil cari tempat lapang (ini yg aku pikirkan waktu itu). Selama perjalanan mencari tempat yg lapang, diperjalanan itu aku tersenyum, tertawa bahkan ngakak.. "Haha, kita ini ngapain sih Bang, jalan ujan-ujan cuma pingin ngilangin penat tidur digunung" Abang mah diem aja, tau kali ya ceweknya lagi slewar.

Berdirilah tenda kami yg ala kadarnya reyot kanan-kiri oke, haha. Sedikit sulit memang mencari tempat lapang/landai ditempat ini. Saat itu jam menunjukkan jam 11 siang, kami menunggu dalam tenda sambil berharap hujan akan segera reda. Sampai jam 2 siang tak ada tanda-tanda hujan berhenti, kami tertidur sebentar, bangun-bangun jam sudah menunjukkan jam 17.15 WIB, sudah mulai petang dan diluar masih rintik. MasyaAllah, sudah cukup, kami sepakat tak akan melanjutkan summit karena cuaca yg tak berpihak kepada kami, apalagi Abang juga cuma dapat libur 2 hari.
Saksi bisu deresnya hujan yg nggak aturan, haha..

Esok paginya, kami prepare turun daaaannn sepanjang perjalanan turun banyak ulat2 yg hidup disana :-( gendut-gendut cyiind. Aduuuh, berasa nglewatin apa gitu. Kasih aku hewan apa aja, pokok jangan hewan invertebrata.

Ini gagal summit pertamaku, banyak pelajaran yg aku dapat saat mendaki kali ini, contohnya:
1. Enggak enak banget mendaki pas ujan, malah bikin haus kalau menurutku (bener gak yah?)
2. Kalau tidur enggak mau lagi pake kolor/boxer doang, pas jam 3 pagi dinginnya MasyaAllah dah, haha.. (gara-gara celana training nya gak sengaja jatuh dan basah)
3. Dan yg paling penting "harus bisa ikhlas, apapun itu" entah kepuasan apa itu namanya, meski nggak summit, aku tetep puas, tetep seneng.

Sweet closing, hari itu di tutup dengan dinner (ceilee dinner) Sop Buntut, Sego Liwet, Buntut Goreng, Es Jeruk Nipis, dan Jeruk Manis Panas. But, don't worry Buthak, We will come back!

Cerita Gunung Buthak LENGKAP sampai puncak

16 May 2016

Hai, kali ini aku bahas salah satu produk lokal yaitu Wardah White Secret Exfoliating Scrub. Scrub ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati. Awal beli ini karena suatu hari suatu ketika #lebay ngaca-ngaca cantik kok kayaknya kasian banget yah nih wajah nggak pernah disentuh sama sekali. Sehari-hari cuma pakai facial foam, milk cleanser sama toner, hihii habis aku termasuk males untuk rawat wajah apalagi harus pakai make-up, meskipun aku suka banget yg namanya gincu, haha.



Kenapa beli scrub ini? Karena scrub ini selain mengangkat sel kulit mati bisa berfungsi mencerahkan kulit wajah. Apalagi untuk kalian yang sering bermasalah dengan kulit kusam. Skalian beli Sun Care Sunscreen Gel Wardah bisa kalian baca disini karena stok di rumah udah mau habis.




HARGA - Scrub ini aku beli sebelum aku diajak facial sama si Nyemb. Harganya murce loh, cukup Rp 23.900,- kalian sudah bisa bawa pulang scrub ini.


KEMASAN - Wardah White Secret Exfoliating Scrub ini dikemas dalam tube berisi 50ml, nah tube ini dikemas dengan box berwarna putih-silver. Terlihat lebih elegan dari kemasan Wardah lainnya.


TEKSTUR - Butiran scrubnya lembut dan wangi tapi wanginya gak menusuk hidung, malah enak banget, bikin betah selama scrubing. Nggak sakit pas lagi digosok-gosok diwajah, gak bikin perih.


MANFAAT - Wardah White Secret Exfoliating Scrub ini antara lain:
✔ Membersihkan kotoran penyumbat pori sekaligus membantu mengangkat sel kulit mati.
✔ Mengandung bahan aktif yang membantu proses pencerahan kulit.
✔ Moist-Derma Agent menjaga kelembaban kulit. Kulit yang lembab akan mudah menyerap nutrisi dan mampu beregenerasi secara optimal sehingga noda hitam berkurang, kulit tampak lebih cerah dan lembab.
✔ Vitamin E sebagai antioksidan, melindungi kulit dari radikal bebas.

Oia, scrub ini tidak dianjurkan untuk kulit kering / sensitif / berjerawat meradang. Jadi aku pakai scrub ini kalau diwajahku bener-bener gak ada jerawat yang lagi gede merah yah, hehe.


CARA PEMAKAIAN - Ambil secukupnya dan aplikasikan pada wajah yang kering, tunggu 5 menit, pijat wajah hingga scrub berjatuhkan. Bersihkan dengan waslap/tisu dengan air hangat.


HASILNYA - Alhamdulillah puas yah, wajah lebih bersih, ringan dan halus. Recomended lah buat perawatan dirumah, hehe..

.

15 May 2016

Hai Walkers!
Haluu, setelah beberapa waktu yang lalu facial di Larissa, sekarang aku bakal review rasanya facial di Natasha. Siapa lagi kalau bukan Nyemb yang ajak aku untuk facial disini. Ini bermula sekembalinya kami dari Ranu Kumbolo-Semeru (yeyy!! akhirnya bisa ajak sohib aku ke Ranu Kumbolo) wajah kami 'nggelodokki' atau mengelupas atau bisa disebut berganti kulit dibagian hidung. Nggak parah sih, cuma ngelupas normal kok, cuma si Nyemb skalian aja ajak facial, hehe.

Kami menuju ke gerai Natasha Skin Care di Jl. Soekarno Hatta No.1 Kel. Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Gerai ini deket sama kampusku, jadi habis ngurus Sempro di kampus langsung deh cuz ke Natasya.

Pertama datang dibukakan pintu oleh security, awalnya aku kurang paham kalo itu security, lah Beliau nya pakai kemeja soft pink gitu, hihi. Langsung menuju ke CS, untuk yang baru pertama kali daftar mengisi form identitas lengkap. Lalu kalian sebutkan saja mau facial apa. Karena sebelumnya aku sudah googling, aku langsung menyebutkan facial Greentea (yg kata mbak CS itu adalah facial pencerahan).

Nama facialnya adalah Natasha Botanical Skin Facial. Totalnya Rp 230.000,- itu sudah skalian pakai serum dan cream apa gitu namanya, lupaa. Skalian lah kan belum tentu balik kesini.

Hmm, emang kalau ada harga itu ada rupa ya! Selama facial nyaman banget, pijatannya terasa enak, lembut (gak grusa-grusu), dan lama, hehe. Satu ruangan hanya berisi 4 tempat tidur, exclusive gitu lah. Mbaknya juga sopan banget, mereka nggak berisik jadi aku nggak terganggu. Yang aku suka facial disini pas bersihin komedo nggak terasa sakit loh! Terus nggak merah-merah kayak di Naava atau Larissa. Facial kurang lebih 1,5 jam. Selesai facial biasanya dapat susu milo hangat.

Nah pas nunggu dipanggil Mbaknya, ada customer yang ke kasir beli cream+facial totalnya Rp 1.025.000,- aduduuh, ini customer ngapain aja ya bisa habis segini 😣 Kalau aku mah bisa langsung cuz mbolang nih.

Pas facial aku denger percakapan sebelah:
Mbak beauty : Ini merah kayak kebakar ya mbak?
Cust: Iya mbak, habis dari Ausie (Australia), kebakar mungkin pas dipantai.
Aduuh mak, emang disini isinya orang beruang semua, semoga bisa beruang juga, AMIN.


Disini aku juga akan bahas perbandingan facial di Naavagreen , Larissa dan Natasha

NAAVAGREEN
Pendaftaran:
Ambil nomor antrian  → ke CS  → isi form + dikasih kartu member seperti kartu nama  → nunggu dipanggil  → wajib konsultasi dokter (akan dipilihkan dokternya jenis cream dan facial apa. Kalau sudah member bisa langsung pilih facial sendiri) → nunggu lagi  → ke Kasir (bayar totalan dulu) → nunggu lagi  → baru di panggil Mbak therapist  → selesai

Facial + serum brightening Rp 60.000,-
Facialnya biasa aja, nggak pake dipijit-pijit dulu gitu. Nggak dikasih es batu. Pernah wajah sampai merah-merah habis facial. Habis facial langsung pulang. Sakit saat dibersihkan komedo/jerawat kecil. Mbak-mbak nya ramai terus, sering ngobrol dan ketawa-tiwi. Habis facial nggak dapet snack, cuma ada air mineral dingin di kulkas pojok ruang tunggu. Ceritaku menggunakan cream di Naavagreen bisa kalian baca disini.

LARISSA
Pendaftaran:
Ambil nomor antrian dgn pencet dilayar pilih mau Konsul/Perawatan/Pembelian cream  → ke CS isi form + dikasi kartu member + bilang mau facial apa  → nunggu dipanggil Mbak beauty therapist  → facial  → selesai lanjut menyerahkan bill ke Kasir  → Dapet snack brownies+air mineral.

Facial Bio Light Theraphy (pokok untuk wajah berminyak) Rp 100.000,-
Dipijit-pijit dulu, dituntasin semua komedo yang ada, tetep ngrasa sakit, haha. Maskernya lucu, kayak jelly gitu. Setelah facial dikasih es batu untuk mengecilkan pori-pori dan biar terasa fresh. Mbak nya lumayan sering ngobrol tapi nggak seramai di Naava. Pengalaman hairspa & facial di Larissa bisa kalian baca disini.

NATASHA
Pendaftaran
Pas kemarin nggak antri  → ke CS  → isi form dikit  + bilang facial apa → nunggu bentar  → ke Kasir bayar  → nunggu bentar  → dipanggil Mbak beauty therapist  → selesai

Facial Botanical Skin Facial + serum + cream Rp 230.000,-
Facialnya enaak banget, dipijit-pijit lama, sepertinya ditotok juga. Pas dibersihin komedo nggak terasa sakit, sakitnya normal, intinya aku nggak nangis. Mbak nya sopan, woles, nyaman lah. Bau facialnya greentea dan sekilas ada bau yang mirip dengan bau-bau facial di Naava (Katanya Natasha dan Naava ini kakak-adik). Selesai facial dapet susu milo.

Overall aku lebih suka treatment di Larissa, selain harga terjangkau disini juga bisa hairspa. Semua ini hanya berdasarkan pengalamanku ya, tidak ada niatan untuk menjatuhkan pihak manapun.

.


Yuhuuuu, review produk Korea lagi yah Walkers. Sebenernya udah dari lama banget pingin punya eyeliner yang ada glitter2nya gitu, kan kalau dipakai diacara kondangan itu jatuhnya gimana gituu.. Makin unyuw lah #LOL. Beli eyeliner ini kebetulan karena tanteku titip beli BB Cream, terus rayu-rayu tante buat beliin ini eyeliner. Lalu hadirlah Holika-Holika Jewel-Light Waterproof Eyeliner dihidupku, (ノ≧∇≦)ノ

PACKAGING
Eyeliner ini dikemas sangat simple Walkers. Bener-bener mirip seperti pensil biasa dengan tutup diujung dan dibungkus pres plastik. Warna kemasan atau warna pensilnya ini sesuai dengan warna yang dihasilkan.


PRICE
Harga terjangkau Rp 53.000,-/pc. Untuk hasil seperti ini malah bisa dibilang eyeliner ini murah abis.


COLOR
Eyeliner ini tersedia berbagai warna:


01. Black Jam : the most basic deep black color
02. Black Crystal : charcoral gray with shimmering colorful pearls
03. Lapis Lazuli : deep navy color with sensational blue pearls
04. Purple Amethyst : cheongbora mysterious shimmering pearl ohpalbit fantastic color to color
05. Brown Amber : dark chocolate color with lovely pink pearls
06. Olive Peridot  : mysterious khaki color with glamorous gold pearls
07. One Carat Diamond : differentiated from other liner tears  pearls transpararent like a diamond
08. Pink Topaz : beige is not too deep and too pink pearls chanhanhan
09. 18k Gold : can be utilized as a shadow. 18k luxurious feel, dazzlinf gold liner tears
10. Chocolate Citrine : natural and clear basic chocolate color
11. Light Brown Amber : sweet brown color with gold and pink pearls
12. Olive Jade : satin-textured soft khaki color that also shine as gold
14. Mystic Blue
15. Burgundy Garnet : captaving red wine color
16. Black Plum : luxurious purple like black color

Sebenernya pingin yang #08. Pink Topaz karena review nya bagus, tapi lagi kosong, so warna yang aku pilih adalah #07.One Carat Diamond. Warna silver dengan shimmer cocok dipakai untuk acara.


Meski hadir dengan bentuk pensil, tekstur eyeliner ini empuk dan gampang diaplikasikan. Dalam skali poles warna dan glitter dari eyeliner ini sudah keluar. 


Saat pertama poles warna yang dihasilkan sedikit basah, tunggu beberapa detik lalu warna akan kering daaaaaan waterproof nget banget ngeet nget!! Aku gambar love tangan, emang sengaja dibuat kena air gitu. Aku cuci muka, wudhu, bahkan cuci piring warnanya masih muncul. Untuk membersihkannya cukup pakai make-up remover



Gimanaa?? Pingin punya? 


Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat 🙂

06 May 2016

Hai, Walkers!
Kali ini mau sharing tentang pengalamanku facial di Larissa Aesthetic Center, Walkers. Ceritanya tuh karena udah lama gak hair spa, rambut juga habis di warna dan sedikit kering belom pernah hairspa, jadilah ke Larrisa. Nah tapi pas kesana antrian untuk hairspa udah full, kosongnya baru jam 14.30 WIB padahal saat aku daftar baru jam 10.00 WIB. Wah bisa gariing kayak kripik nih nunggu sampai jam segitu. Cerita hairspa bisa baca disini

Well, akhirnya si Nyemb memutuskan untuk facial aja. Alhamdulillah wajahku udah jauh lebih baik setelah breakout dari Navaa (bisa baca ceritanya disini), jadi facial kali ini ambil untuk pencerahan wajah aja. Namanya lupa, pokok ada Bio-nya dan untuk kulit cenderung berminyak gitu dah, hahaa..

Tampilan Gerai Larissa - Malang

Langsung masuk ruang perawatan dan ditangani oleh mbak capster. Selama treatment enak sih, mbak nya juga sopan. Rasanya ya kayak facial biasanya lah, tetep nangis kalau lagi di ambilin komedo dihidung, jidat, pipii, aauuucch, hahaa.. Proses lumayan lah, kurang lebih 1 jam 15 menit. Karena udah lama gak facial, badan berasa kaku gak bisa gerak, sampai leherku kram 😒

Nah bedanya dengan facial yang sebelumnya pernah aku rasain, di Larissa setelah semua perawatan selesai, wajahku di usap dengan es batu yang berfungsi untuk mengecilkan pori-pori. Jadi langsung seger gitu. Pas ngaca wajah sedikit merah-merah bekas di ambilin komedo, tapi esok harinya udah ilang. Hasilnya wajah lebih cerah dari sebelumnya

Cuman yang aku sayangkan mbak-mbak therapis-nya agak berisik gitu, ngobrolin abcd, ya aku pribadi kurang nyaman sih meski aku fine aja selama menjalani treatment. Okee, cukup dulu sharing nya, yang jelas pingin rasain treatment lainnya, hehe.

=====
Pengalaman facial di Natasha , sekaligus perbandingan facial di Naavagreen vs Larissa vs Natasha bisa kalian baca disini.
.

Categories

Blog Archive

Instagram

Popular Posts

Viewers