22 October 2017

Halaaau Walkers! Welcome back to my blog 😘 Seperti judulnya, kemarin aku habis ke Ranu Kumbolo. Pasti pada tau dong pesona eksotika danau di ketinggian 2400mdpl ini?

Senja di Ranu Kumbolo

Tepatnya 17-18 Oktober 2017 aku menyempatkan diri untuk mbolang ke Ranu Kumbolo. Misi kali ini adalah menemani adiknya si Kemprot, Amel namanya, yang ngebet banget kesini. Amel mengajak tiga temannya yaitu Dilla, Fitri dan Putri. Juga ada Erwin, Doni, dan Dikun.



TIKET
Harga tiket Rp 17.500,-/hari dengan rincian Rp 15.000,- untuk tiket dan Rp 2.500,- untuk asuransi. Tiket masuk Ranu Kumbolo atau Semeru dihitungnya per hari ya. Jadi kalau 3 hari, ya Rp 17.500 X 3 hari.



PERJALANAN
Meski membawa mereka yang jarang mendaki, dengan durasi waktu 4 jam, perjalanan kami bisa dibilang cepat. Padahal targetku sekitar 5 jam perjalanan, soalnya aku sendiri sudah lamaaaaa gak jalan, haha. Jalurnya 95% masih sama seperti dulu, hanya beberapa titik yang berbeda, seperti ada jembatan baru dan ada titik dimana kita melewati batu besar.

Narsis dulu di Sabana Ranu Kumbolo

Selama perjalanan memang selalu akrab dengan kabut. Ngikut aja terus. Kadang juga membawa sepercik air untuk menyegarkan jiwa-jiwa yang mulai lelah.



DAFTAR ONLINE
Per 1 Oktober 2017 pihak TNBTS memberlakukan wajib daftar online untuk pendaki yang ingin ke Ranu Kumbolo maupun Semeru. Yaa, memang sedikit ribet sih, apalagi kalau mereka adalah pendaki lawas.

Ada poin penting :
1. Transfer menggunakan Bank BNI. Usahakan setor tunai agar memudahkan saat registrasi ulang.

2. Daftar online maksimal 7 hari sebelum tanggal keberangkatan. Aku berangkat tanggal 17 Oktober, jadi aku daftarnya maksimal tanggal 10 Oktober.

3. Satu kelompok minimal 3 orang, yang terdiri 1 ketua dan 2 anggota. WAJIB! Soalnya kemarin temenku cuma 2 oran gak bisa di submit, jadi terpaksa memasukkan 1 orang tambahan, yang otomatis menambah jumlah uang yang harus dibayar untuk registrasi.

4. Jangan lupa print file yang dikirimkan di email. Jangan lupa dibawa saat ke Ranu Kumbolo ya.



LARANGAN TISU BASAH
Pihak TNBTS juga melarang adanya tisu basah dalam barang bawaan pendaki. Karena tisu basah terbuat dari bahan sintetis yang lebih lama hancur dari pada tisu biasa. Jadi penggantinya bisa dengan tisu biasa yang dibasahi dengan air.


WC RANU KUMBOLO
Biasanya kalau buang air kecil, aku selalu cari semak-semak gitu. Tapi pas ini hari sudah siang dan banyak orang yang berkeliaran. Jadilah ke WC ini. Pertama kalinya masuk di WC portable ini, dan baunya..... Astaga dragoooon, lebih menyeramkan daripada turunan terjal!! Harus tahan napas selama yang kamu bisa. Dalamnya juga termasuk kotor, banyak pendaki kurang ajar yang meninggalkan botol di dalam WC.


CERITA IYUH
Lagi sebel dan ilfeel aja sama kru akun instagram di Malang. Mereka pakai kaos hitam bertuliskan nama akun mereka di dada. Sebelnya kenapa? Mereka teriak-teriak saat ngobrol dengan saver Ranu Kumbolo. Sepertinya mereka sudah saling mengenal, mungkin karena kru ini sering kesini.

Kru : Eh pak tadi pagi aku masak ikan teri, ayam, bla bla... (dengan suara yang lumayan keras)
Saver : Mana mbak, masak gak dibagi? (nadanya biasa aja)
Kru : Yee, udah habis dong. (suaranya tetep keras)
dan seterusnya.

Kenapa sih? Biar dikira 'oooh kenalannya Saver' gitu? Mana suaranya cempreng. Kok sok iyes, sok asik banget 👎

Gak perlu seperti itu lah, berbicara dengan nada biasa kan bisa. Gak perlu nunjukin kalau kalian udah kenal sama saver situ. Dulu golongannya kami, Keluarga Minus, kenal sama Pak Pinot. Kita biasa aja tuh. Pak Pinot adalah salah satu saver senior kawasan Semeru, terakhir aku melihat namanya tertulis di pengumuman saat Beliau bekerja mengevakuasi seorang remaja yang meninggal tertimpa batu saat summit attack. Namun seiring bergantinya manajemen Pak Pinot memutuskan pensiun menjadi saver.


Well, it's time to pictures!

Pagi 18 Oktober di Ranu Kumbolo


Ini dia, foto yang aku idam-idamkan. Tiga kali ke Ranu Kumbolo, baru kali ini punya foto di depan pos 4.

Wayangnya mulai beraksi 😁

Sudah terlanjur cinta sama Eiger Talus 45L

Ekspresi gabut nunggu hujan reda.

Meski mereka semua belum bisa ke Ranu Kumbolo, se'enggaknya aku bawa foto mereka kesini.

Meski sempat hujan di pagi hari, aku gak nyesel deh, karena aku dapet PELANGI. Setelah sarapan, tiba-tiba kabut datang membawa ribuan tetes air syahdu. Tak lama kemudian, muncullah 7 warna indah itu 😘  Kelihatan gak?


Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat 😊 



VIDEO
Jangan lupa subscribe, like dan comment ya!




ranu kumbolo , ranu regulo , ranu pane , lumajang , wisata malang , tnbts , daftar semeru, daftar online semeru , mahameru , puncak semeru

0 comments:

Post a Comment

Categories

Blog Archive

Instagram

Popular Posts

Viewers